Showing posts with label Penyuluhan Kehutanan. Show all posts
Showing posts with label Penyuluhan Kehutanan. Show all posts

Pendekatan dan Strategi Penyuluhan Kehutanan

Karakteristik Pendekatan Penyuluhan
- Masalah utama yang memerlukan pemecahan
- Tujuan yang ingin dicapai
- Perencana kegiatan
- Pelaksana lapang
- Sumberdaya yang diperlukan
- Pelaksanaan kegiatan
- Ukuran keberhasilan

Strategi Penyuluhan Kehutanan
- Strategi digunakan untuk mendefinisikan rancangan operasional yang akan dipilih oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan-kebijakannya.
- Tiga strategi menurut Van de Ban dan Hawkins (1985)
1. Rekayasa sosial
2. Pemasaran sosial
3. Partisipasi sosial
- Tidak ada strategi penyuluhan yang selalu efektif dan baik untuk semua kelompok sasaran, karena pilihan strategi tergantung motivasi penyuluh dan perlu memperhatikan kondisi kelompok sasaran (Totok Mardikanto, 1995).


Pertimbangan Penentuan Strategi
- Spesifikasi tujuan penyuluhan untuk mencapai sasaran pembangunan kehutanan
- Identifikasi kategori petani
- Perumusan strategi penyuluhan untuk penerapan teknologi
- Pemilihan metoda penyuluhan yang diterapkan
READ MORE - Pendekatan dan Strategi Penyuluhan Kehutanan

Teori Basis Ekonomi dalam Pengembangan Wilayah Kehutanan

Sebelumnya saya sudah membuat rangkuman tentang "Teori Lokasi dalam Pengembangan Wilayah Kehutanan, nah disini saya juga sekedar berbagi mata kuliah dahulu yang pernah saya ikuti, berikut rangkuman singkat tentang "Teori Basis Ekonomi".

Perekonomian regional dapat dibagi menjadi 2:
1. Kegiatan basis (basic activities)
Kegiatan yang mengekspor barang-barang dan jasa ke tempat-tempat di luar batas perekonomian masyarakat yang bersangkutan.
2. Kegiatan bukan basis (non basic activities)
Kegiatan-kegiatan yang menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh orang-orang yang bertempat tinggal di dalam batas perekonomian masyarakat yang bersangkutan.

Kebaikan Teori Basis
1. Mudah diterapkan
2. Dapat menjelaskan struktur perekonomian suatu daerah
3. Dapat menjelaskan impak umum dari perubahan jangka pendek
4. Sederhana

Model Ekonomi Basis Tiebout
Dikembangkan oleh Tiebout (1962). Alat ukur yang digunakan adalah pendapatan. Kelebihan pendapatan sebagai alat ukur:
  • Dapat mengukur dampak potensial wilayah sebagai pasar.
  • Dapat mengukur kesejahtraan individu maupun masyarakat.

Komentar terhadap Teori Basis Ekonomi Tiebout
  • Tidak menjelaskan tentang investasi yang tidak termasuk dalam kategori bisnis murni dan investasi di bidang sosial
  • Hanya bisa diterapkan di wilayah kecil dengan kegiatan ekonomi yang belum terlalu bervariasi dan agak terisolasi, sehingga memungkinkan untuk mendata semua kegiatan ekonomi.

Analisis Input dan Output
Manfaat / kegunaan analisis input – output
  • Menggambarkan kaitan antar sektor sehingga memperluas wawasan terhadap perekonomian wilayah.
  • Dapat digunanakan untuk mengetahui daya menarik dan mendorong dari setiap sektor sehingga mudah menetapkan sektor mana yang dijadikan sebagai sektor strategis dalam perencanaan pembangunan wilayah.
  • Dapat meramalkan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan tingkat kemakmuran seandainya permintaan akhir dari beberapa sektor diketahui akan meningkat.
  • Sebagai salah satu alat analisis yang penting yang penting dalam perencanaan pembangunan wilayah karena bisa melihat permasalahan secara komprehensif.
  • Dapat digunakan sebagai bahan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja dan modal dalam perencanaan pembangunan ekonomi wilayah, bila inputnya dinyatakan dalam bentuk tenaga kerja atau modal.

Kelemahan Model Input – Output
  • Asumsi-asumsi yang restriktif
  • Biaya pengumpulan data yang besar
  • Hambatan dalam mengembangkan model dinamik.
READ MORE - Teori Basis Ekonomi dalam Pengembangan Wilayah Kehutanan

Teori Lokasi dalam Pengembangan Wilayah Kehutanan

Penyuluhan kehutanan merupakan salah satu dari sekian banyak mata kuliah yang di berikan di Fakultas Kehutanan. Berikut ini adalah rangkuman dari beberapa bab tentang penyuluhan kehutanan khususnya tentang "teori lokasi', semoga bermanfaat.
Teori lokasi adalah
  • Ilmu yang menyelidiki tata ruang kegiatan ekonomi
  • Ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha atau kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.

1. Teori Tempat Sentral (Christaller)
Modal ini dikembangkan untuk suatu wilayah abstrak dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Wilayahnya adalah daratan, semua adalah datar dan sama
  • Gerakan dapat dilaksanakan ke segala arah
  • Penduduk memiliki daya beli yang sama dan tersebar secara merata pada seluruh wilayah
  • Konsumen bertindak rasional sesuai dengan prinsip minimalisasi jarak/biaya.

2. Modal Von Thunen
Membahas tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa tanah (pertimbangan ekonomi).

Asumsi-asumsi dalam model Von Thunen:
  • Wilayah analisis bersifat terisolir sehingga tidak terdapat pengaruh pasar dari kota lain.
  • Tipe pemukiman adalah padat di pusat wilayah (pusat pasar) dan makin berkurang kepadatannya apabila menjauhi pusat wilayah.
  • Seluruh fasilitas model memiliki iklim, tanah dan topografi yang seragam.
  • Fasilitas pengangkutan adalah primitif (sesuai pada zamannya) dan relatif seragam.
  • Ongkos ditentukan oleh berat barang yang dibawa kecuali perbedaan jarak ke pasar, semua faktor alamiah yang mempengaruhi penggunaan tanah adalah seragam dan konstan.

3. Teori lokasi biaya minimum Weber
Teori ini menganalisis lokasi kegiatan industri. Asumsi-asumsi yang digunakan Weber:
  • Unit telaahan adalah suatu wilayah terisolasi, iklim yang homogen, konsumen terkonsentrasi pada beberapa pusat, dan kondisi pasar adalah persaingan sempurna.
  • Beberapa sumber daya alam seperti air, pasir dan batu bara tersedia dimana-mana dalam jumlah yang memadai.
  • Material lainnya seperti bahan bakar mineral dan tambang tersedia secara sporadis dan hanya terjangkau pada beberapa tempat terbatas.
  • Tenaga kerja tidak tersebar merata tapi berkelompok pada beberapa lokasi dan dengan mobilitas yang terbatas.

4. Teori lokasi pendekatan pasar Losch
Teori ini melihat persoalan dan sisi permintaan (pasar). Lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen. Makin jauh dari pasar, konsumen enggan karena biaya transportasi tinggi.
READ MORE - Teori Lokasi dalam Pengembangan Wilayah Kehutanan